Friday, October 26, 2007

Pengalaman pertama selalu berkesan

Awal September 2006, keinginan untuk memperoleh pendapatan diluar gaji bulanan begitu besar, beberapa pilihan sejenak terlintas dalam pikiran, menciptakan usaha kuliner? uhhh terasa begitu merepotkan, terjun ke bisnis teknologi informasi, terus terang kemampuan di bidang itu telah jauh tertinggal ketika saya memutuskan bergabung dengan Telkomsel dimana analisa bisnis proses menjadi tanggung jawab divisi kami, dan keputusan untuk membuat jasa cuci pakaian (laundry) akan segera terwujud jika pada akhirnya saya tidak tertarik untuk mencoba peruntungan dalam permainan yang bertajuk reksadana.

Mailing list Pasar modal di http://finance.groups.yahoo.com/group/Pasar_Modal_Indonesia/ ,www.bisnis.co.id dan http://www.perencanakeuangan.com menjadi sumber untuk mengetahui tentang apa itu dan apa yang harus saya beli berkaitan dengan reksadana.

Sebelum blog ini berlari ke catatan hari-hari menegangkan berikutnya, saya coba paparkan tentang dan beberapa jenis reksadana yang saya ambil dari website wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Reksadana) :

Reksadana
adalah pengelolaan dana investasi dimana investor dapat menanamkan modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Modal tersebut kemudian dikelola oleh manajer investasi ke dalam pasar modal menjadi bentuk saham, obligasi, pasar utang ataupun instrument lainnya.

NIlai suatu unit penyertaan atau yang disebut dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan salah satu tolok ukur dalam memantau hasil dari suatu reksadana, NAB adalah harga wajar dari reksadana setelah dikurangi biaya operasional yang telah diatur oleh Badan Pengawas Pasar Modan dan Lembaga Keuangan (Bapepam dan LK) dalam keputusan nomor KEP-03/PM/2004.

a. Reksadana Pendapatan Tetap : produk reksadana dimana manajer investasi mengelola dana investasi ke dalam bentuk surat berharga yang memberikan pendapatan tetap, salah satunya adalah obligasi.
Resiko
: Tidak terlalu dipertimbangkan (nomor 3)
Potensi
: Rata-rata kenaikan 11% - 15% setahun

b. Reksadana Saham : produk reksadana dimana manajer investasi mengelola dana investasi ke dalam pasar saham.
Resiko
: Tinggi (nomor 1)
Potensi
: Rata-rata kenaikan 40%-60% setahun

c. Reksadana Campuran : produk reksadana dimana manajer investasi mengelola dana investasi kedalam instrumen surat berharga dan saham.
Resiko
: Sedang (nomor 2)
Potensi
: Rata-rata kenaikan 30%-50% setahun

d. Reksadana Pasar Uang : produk reksadana dimana manajer investasi mengelola dana investasi ke dalam bentuk pasar uang, seperti deposito, SBI, obligasi jangka pendek.
Resiko
: diindahkan / kecil sekali (nomor 4)
Potensi
: Rata-rata kenaikan 5%-10% setahun

Dan maaf, setelah kembali menyusuri tulisan ini saya baru tersadar jika ternyata beberapa paragraf telah sedikit menyimpang dari judul kali ini, berhari-hari setelah kata demi kata terserap, maksud demi maksud tercerna, dan segala kemungkinan serta resiko saya pertimbangkan, keputusan akhir adalah "yahhhh saya akan ambil reksadana saham", dan produk reksadana yang saya ambil adalah Schroders Dana Prestasi Plus, produk tersebut saya pilih berdasarkan portfolio yang bagi pemula seperti saya sudah cukup mengambil hati.

Beberapa nasihat dari guru terpatri dalam pikiran saya, antara lain :

a. Reksadana bukan sumber pendapatan bulanan (keuntungan digunakan untuk hidup sehari-hari), reksadana adalah sumber pendapatan untuk memenuhi target keuangan / modal kita dalam jangka waktu sesuai keinginan kita (misal kita ingin setahun kedepan mempunyai tabungan sebesar 100 juta katakanlah)

b. Ada dua macam pemain (saya gunakan kata tersebut sebagai ganti kata investor, agar terdengar familiar bagi pemula seperti saya).

1. Pemain aktif : pemain yang menjual / membeli reksadana sewaktu-waktu sesuai pergerakan NAB-nya. Sebagai ilustrasi, pemain tersebut sudah mengalokasikan dana reksadana sebesar Rp 1.000.000, sementara harga NAB tanggal 1 oktober 2007 Rp 1.000 rupiah, sehingga pemain mendapat 1.000 unit penyertaan, ketika NAB naik menjadi Rp 1.500 dan menurut dia kemungkinan akan menjadi turun setelah itu, pemain tersebut segera menjualnya, sehingga dia mendapat dana segar sebesar RP 1.500.000, dan ketika NAB benar-benar turun menjadi Rp 1.300 pemain tersebut segera membeli kembali sebesar Rp 1.500.000, sehingga tanpa mengambil alokasi dana yang lain, jumlah unit penyertaan dia menjadi 1.153,846 unit.
2. Pemain pasif
: pemain yang menjual reksadananya dalam jangka waktu yang telah dia tentukan, sehingga dari saat membeli dan menjual, jumlah unit penyertaan pemain tersebut selalu sama, satu-satunya margin profit yang dia ambil hanya dari selisih NAB pembelian dan NAB penjualan.

Yahhhh... sesuai pikiran pembaca, rencana saya menjadi semakin spesifik, saya sadar saya adalah rookie, sehingga menjadi pemain pasif adalah pilihan bijak, dan sebagai bonus bagi pembaca yang telah setia menyusuri kata demi kata, kalimat demi kalimat dari tulisan ini, saya akan memberikan catatan pengalaman mingguan mengikuti naik turunnya calon penopang kebutuhan hidup saya.

Dibawah terdapat grafik fluktuasi NAB Schroders Dana Prestasi Plus



Berlanjut.....

1 comment:

Anonymous said...

Cinta pertama juga khan?